27 Desember 2008…..sore hari….
Aku duduk bersila di depan cermin
Menyapukan bedak diwajah….
Ditemani buah hatiku, Mas Abid yang ikut berpose di depan cermin
“Bun…”
“Ya Mas….”
“Kapan dong Mas punya ayah lagi, Bun ?” dengan suaranya yang memohon…
Dug…. aku sempat terkesima sejenak
Lalu kucoba menutupi kekagetanku…
“Emang Mas beneran ingin punya ayah lagi ?”
Mas Abid mengangguk, memasang wajah manja
“Lho, kan ada ayah rico (ayahnya), papa iie (kakakku) dan papih (adikku)”
“Bukan ayah yang itu, Bunda…. Apalagi ayah Rico….gak mau !”
“Mas maunya ayah beneran yang hidup sama kita…..yang sayang sama mas dan Bunda… Ya Bun….”
Ughhh…yang namanya airmata siap muncrat dari bola mataku
Atau mungkin sudah ?
Entahlah, tapi yang kutau ujung mataku basah
Kupeluk buah hatiku, kuciumi pipinya
“Sabar ya sayang, kita berdo’a aja sama Allah”
“Mudah-mudahan kita dapat ayah baru yang baik dan sayang sama kita ya…”
Kepalamu mengangguk lalu balas memelukku….
Saat itulah aku benar-benar menangis……
Jam dua belas malam kuterjaga…..
Subhanallah….Alhamdulillah….. Usiamu genap 6 tahun
Masih dalam kegelapan, kupandangi wajahmu
Halus…putih..tanpa dosa….begitu menggemaskan
Kuraih jari mungilmu
“Selamat Ulang Tahun, Mas Abid”
Jadilah selalu anak yang shaleh, pintar, baik
Dan jadi kebanggaan Bunda
Semoga Mas selalu menyenangkan
Baik dimata Bunda, orang lain dan khususnya di mata Allah
Saat jam enam pagi matamu terbuka
Tawamu mengembang, Nak
Melihat kami bernyanyi “Happy Birthday” sambil membawa
Tart kecil yang sederhana dan bingkisan dari Bunda
Bunda memelukmu, sambil menangis Bunda hanya mampu berkata
“Semoga Mas panjang umur dan jangan pernah tinggalkan Bunda….”
Sabar ya Nak…… Kita pasti raih bahagia itu…Mungkin bukan sekarang
Semoga kebersamaan kita akan selalu membahagiakan kita ya
Erat dan erat Bunda memelukmu…..
Bunda cinta Mas Abid……
Bunda
Alhamdulillah……. Eh, anak Nda minta dikhitan. Sip…sip…Ok ! Insya Allah tanggal 21 Nov 2008 Mas Abid di “gress”. Mudah-mudahan lancar dan gak ada kendala apa-apa ya sayang…. Mudah-mudahan Mas Abid jadi anak shaleh, pintar, taat pada Allah…. Smoga Mas Abid selalu jadi cahaya hidup Bunda, penyemangat Bunda…. Pokoke I loph u deh Massssss…..
Bunda
Selamat Pagi Nak,
Kamar ini masih gelap, saat kau meraih botol susu ditanganku
Meneguknya sampai habis, lalu memelukku
“Pagi Bunda….”
Matamu yang masih setengah tertutup……
Lalu kau menciumku dengan tak melepas pelukanmu
“Jangan tinggalin mas ya Bun….”
Kubalas pelukanmu….sambil kuberbisik “Nggak sayang….”
Lalu kita saling bertukar cerita tentang mimpi…..
Sesekali kugelitik perutmu, Nak
Dan kau tertawa geli…..
Itu saat yang paling Bunda suka saat membangunkan tidurmu….
Kau lanjutkan gerakanmu sambil duduk dan mendekat di dadaku…..
Seakan ingin terlindungi dalam pelukan Bunda
Ufff….Kau meminta Bunda menggendongmu ke kamar mandi…
Lalu setelah badanmu menebarkan wangi sabun
Kau kenakan baju baru itu….
Ganteng sekali anak Bunda…….
Sama sekali tak ada guratan kesedihan…..
Lalu kau tertawa kecil….. Dan berkata
“Mas cinta Bunda…Mas sayang Bunda….Mas gak akan tinggalin Bunda”
Ah, awal pagi yang indah…..
Pagi yang selalu kunanti
Sayang,
Setiap Bunda tiba di rumah
Kau selalu menyambut Bunda dengan senyum
Lalu tanpa perduli Bundamu lelah, kau mengajak Bunda bermain
Kadang Bunda bilang, “Sebentar ya Nak….”
Kau pun semakin merajuk….
Tapi rajukan itu menambah rindu Bunda padamu
Sayang,
Setiap melihatmu terlelap
Dan Bunda mencium aroma mulutmu yang segar
Serasa Bunda ingin terus mendekapmu
Membangunkanmu dan memelukmu erat
Sambil berbisik “Teruslah bersama Bunda”
Dan kaupun mengangguk sambil berkata “Iya Bun”
Sayang,
Setiap Bunda berdoa,
Selalu tersebut namamu, Mas
Agar engkau jadi cahaya bagi hidup ini
Jadi anak shaleh dan selalu sehat
Selalu dilindungi Allah SWT
Sayang,
Setiap airmata yang Bunda teteskan
Bukan karena Bunda lelah menjalani ini semua
Tapi karena Bunda takut tak bisa membahagiakanmu
Karena Bunda takut mengecewakanmu
Sayang,
Setiap Bunda ingin bermimpi
Bunda ingin bermimpi indah bersamamu
Memberi apa yang kau inginkan
Sayang,
Bisakah mimpi kita berdua terwujud ????
Nak….
Apa yang saat ini kamu rasakan ?
Bahagiakah kamu ? Hidup bersama Bundamu ?
Bunda ingin senantiasa bersamamu…
Menjaga dan memelukmu….
Nak….
Apa yang saat ini kamu risaukan ?
Dengan tiadanya ayahmu? Sedihkah kamu ?
Bunda akan menjadi ayahmu…..
Bunda akan bekerja untukmu….
Menyekolahkanmu…menghidupimu
Nak….
Apa yang saat ini kamu inginkan ?
Mainan kah ? Buku tuliskah ?
Bunda akan bermain denganmu…
Berlarian…bermain bola
Dan perang-perangan denganmu….
Juga mengajarimu baca tulis….
Nak…
Apa yang saat ini kamu pikirkan ?
Kesedihankah…..
Bunda akan hapuskan nestapa ini
Bunda akan membuatmu bahagia
Nak….
Maafkan Bundamu
Yang terkadang marah….menangis….jengkel…
Pahamilah nak….
Tetesan airmata ini…. keringat ini….
Bahka seluruh hidup dan raga Bunda
Tak lain untuk selalu ada mendampingimu
Hingga Bunda rela menutup mata ini
Semakin jauh kaki ini menapaki jalan kehidupan
Semakin aku cinta padamu
Semakin berat pundak ini menjalani seni kesedihan
Semakin kuat cinta ku padamu
Tak apalah labuhan tak kunjung kita temui
Asal cinta ini tak berhenti
Tak mengapa daratan tak nampak di sapuan mata
Asal cinta ini tak berkurang
Rengkuhan….rangkulan … dekapan
Hanya hadiah kecilmu untukku
Diambang kepenatanku
Tapi rasa di dada selalu bahagia
Maka hilanglah penat itu
Cinta lah penggantinya
Saat letih dan semua jadi satu
Cintamu menyambu dengan senyum kecilmu
Teriakan manjamu
Tawa ceriamu
Terhapuslah semua itu dengan cintamu
Ah…
Cinta
Cinta kita selalu ada…tumbuh…berkembang
Lalu kita jaga dengan kesabaran dan kekuatan
Ya…
Bunda sangat mencintaimu, Mas Abid
Dengan seluruh kehidupan Bunda
Bunda cinta padamu !!!!
Selalu….Selamanya
Terima kasih
Telah membuatku sadar…..
Bahwa hidup tak sekedar dipenuhi harapan
Tak sekedar keindahan
Tak sekedar angan indah
Yang dibuai janji manis
Terima kasih telah membuka mataku
Bahwa hidup tak sekedar keinginan mulia
Tapi untuk terus menerima kenyataan
Bahwa masih banyak hal yang dinilai dari harta
Bahwa emas tetap yang berkilau diantara pasir…..
Terima kasih telah membuka telinga
Bahwa ucapan tak selamanya nyata
Bahwa ucapan adalah gurauan semata
Tanpa makna….tanpa arti….
Dan begitu mudah berkata-kata
Terima kasih telah membuka hati
Bahwa rasa amat mudah dipermainkan
Bahwa rasa amat mudah diperbodoh
Terima kasih telah membuatku mengerti
Bahwa keikhlasan dan ketulusan
Tak lebih berarti dari gelimang harta
Tak pernah terbayang
Suatu saat nanti ku tak bersamamu
Tak mencium nafasmu
Tak melangkah disampingmu
Tak pernah terbayang
Kalau suatu saat nanti
Tak bersisian denganmu
Tak memeluk tubuhmu
Tak pernah terpikir
Suatu saat nanti tak melihat senyum
Tak mengusap wajahmu
Tak mengecup pipimu
Aku
Takkan pernah mampu
Tanpamu
Mas Abidku…..
Ada banyak cinta disini
Dihatiku…..
Bertambah dan terus bertambah….
Bahkan tak pernah berkurang sedikitpun….
Ada banyak sekali rasa sayang disini
Dalam hidupku yang hampa
Berkembang tanpa ingin kucegah
Terus muncul tanpa ingin kubatasi
Ada banyak kasih disini
Memenuhi rongga hatiku
Mengisi seluruh hidupku…..
Tak semenitpun kubiarkan berkurang
Ada cinta….sayang… dan rasa kasih disini
Yang terus dan terus tumbuh….
Tak kan pernah kukurangi walau setitik pun
Karena rasa itu sangat indah
Semua karena mu !!!!
Abidku sayang
Dan semua rasa itu…. tercurah dan ada untukmu !
Bukan yang lain
I love u so much…..